Senin, 22 Juni 2015

CONNECTORS, RELATIVE CLAUSE, ADJECTIVE AND ADVERB


CONNECTORS

Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat atau lebih menjadi satu kalimat.

Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:

-          Menunjukan waktu: before, after, as soon as, while, when.
Example : I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.

-          Menunjukan sebab dan akibat: because/because of, since.
Example : I went to the hospital because I had a serious accident.

-           Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
Example : First, we must prepare the ingredients.


RELATIVE CLAUSE

Relative Clause adalah bagian dari kalimat (anak kalimat) yang memberi keterangan pada orang atau benda yang mendahuluinya.

Who: menerangkan orang sebagai subject
Whom: menerangkan kan orang sebagai object (menggantikan me, you, us, him, her,
them, it)
Whose:menerangkan orang sebagai pemilik (menggantikan my, your, our, his, her, their,
its)
Which: menerangkan benda sebagai subject maupun object
That : menerangkan orang atau benda baik sebagai subject maupun object

Example :
1. The fisherman gave us some tunas. He caught a lot of tunas.
    The fisherman who caught a lot of tunas gave us some. (
subjek)
2. The farmer was away on holiday. I wanted to see him.
    The farmer whom I wanted to see was away on holiday. (
objek)
3. The woman asked me. Her bike was lost.
   The woman whose bike was lost asked me. (
pemilik)


ADJECTIVE AND ADVERB

Adjective (kata sifat) memberikan informasi tentang kata benda.

Example :
  • She’s an excellent dancer.
  • I’ve got a new apartment

Adverb adalah kata ketarangan yang digunakan dibelakang adjective.

Example :
- He didn’t do badly in his test.
- He works happily every day.


REFERENSI :



http://englishonline.blogdetik.com/2009/08/12/adjective-dan-adverb-kata-sifat-dan-kata-keterangan/comment-page-1/

Rabu, 13 Mei 2015

CAUSATIVE VERBS


Causative verb adalah kata kerja yang digunakan ketika kita menginginkan orang lain melakukan suatu tindakan dan subject tidak bertanggungjawab langsung terhadap aksi yang terjadi. 

Memerintah orang lain biasanya menggunakan kata order/command (memerintahkan). Tapi dalam causative verb menggunakan kata kerja Get yang umumnya diartikan mendapatkan, Have yang biasa diartikan memiliki/telah, dan Make yang biasa diartikan membuat.

Rumus causative verb terbagi menjadi active dan Passive:
  1. Active Sentence
    Masing-masing causative verb mempunyai grammarnya sendiri:
    1. Have/Make.
      Rumus: Subject + Have/Has + Infinitive/V1.

    2. Let.
      Rumus: Let + Objek + Infinitive/V1.

    3. Get.
      Rumus: Subject + Get + O + to Infinitive/V1.

  2. Passive Sentence.
    Rumus causative dalam bentuk passive rumusnya sama. Hanya let saja yang tidak memiliki bentuk passive.
    Rumus: S + Have/Make/Get + O + V3.
Contoh kalimat Causative Verbs
    1. My teacher make me do my home work
    2. She has me come to her house right now.
    3. Never let her go, or you will regret forever.
    4. I get you to like this explanation.
    5. She has her car fixed.
    6. I have the speaker loaded.
    7. I make this house cleaned.
    8. Alfonso makes Stephanus killed.
    9. Do you get your clothes washed?
    10. Greysia gets her hair cut.
    11. Patricia had her friend take her result test.
    12. The woman made her daughter eat up the tomatoes
    13. The manager makes her staff work hard.
    14. My father lets me choose my own future carrier.
    15. He had his book returned as soon as possible.

REFERENSI :



Kamis, 07 Mei 2015

RESUME KULIAH UMUM SYARIAH ECONOMY FORUM (SEF)


BEING GLOBAL LEADER IN ISLAMIC FINANCE

(Oleh : Ronald Rulindo. Ph.D)



Ekonomi Syariah adalah salah satu alternatif atau jalan keluar bagi perekonomian yang rumit saat ini. Dalam Ekonomi Syariah tidak diperbolehkan riba, karena penghancur sistem ekonomi adalah riba.

Tujuan diadakannya Ekonomi Syariah adalah Keadilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial seperti saat ini.

Riba adalah Bunga yang diberikan saat menabung atau berinvestasi tanpa akad dan kesepakatan kedua pihak. Riba menjadi tidak adil dikarenakan dapat menimbulkan bunga.

Fenomena riba :
-          Merusak perekonomian
-          Menimbulkan rasa malas yang berulang-ulang

Perkembangan Ekonomi Syariah di dunia mulai muncul dan berkembang pada tahun 1960-an di Mesir. karena polemik keadaan politik dan sosial di Mesir, lembaga syariah belum bisa menunjukan eksistensinya di dunia ekonomi sekitar tahun 1970-an barulah berdiri sebuah lembaga perbankan syariah di Mesir hal ini menunjukan walaupun tidak secara langsung dikenal lembaga keuangan syariah tetap memiliki progres dalam mengikuti perkembangan masyarakat.

Setelah Mesir Sistem syariah mulai berkembang masuk ke Dubai, kemudian memasuki Asia dengan tujuan negara berbasis syariah islam yaitu Malaysia dan kemudian barulah pada tahun 1999-an mulai masuk ke Indonesia yang ditandai dengan hadirnya bank Muamalat sebagai Bank Retail pertama di Asia yang berbasis syariah sekaligus pelopor bank syariah pertama di Indonesia.

Bank Syariah mencoba memenuhi system perantara yang berlebihan dengan orang yang kekurangan uang. Pinjaman di bank syariah diperbolehkan tanpa bunga. Dalam bank syariah terdapat 2 cara yaitu Musyawarah dan Mudarabah.

Negara yang tidak meminjamkan uang dengan tidak ada bunga yaitu Arab dan Iran. Global leader bank syariah adalah Dr. Humairda.

Tujuan dari Islamic Financial System :
-          Mendorong terjadinya Ekonomi of development
-          Pemberantasan kemiskinan dengan cara zakat, wakaf

Jenis financial exclusion atau inclusion :
-          Non voluntary exclusion
-          Voluntery exclusion

Boosting Economy Development :
-          Technical Capacity
-          Kemampuan manajerial
-          spiritual

Penerapan syariah saat ini memang belum seutuhnya berjalan baik, namun dari mulai perkembangannya inilah usaha terbaik yang dilakukan oleh para ahli walaupun masih banyak yang harus diperhatikan dalam penerapannya seperti teknik, sistem serta spiritual sehingga tercapailah keadilan ekonomi masyarakat, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, dan bebas dari riba.

Jadi dalam islam fenomena kaya adalah berkecukupan tetapi tidak berlebihan.