Rabu, 04 Juni 2014

RESENSI NOVEL

 


HURT - Cinta datang untuk pergi

1.         IDENTITAS NOVEL
            
            Judul Novel     : HURT – Cinta datang untuk pergi
            Penuli              : Heri Putra
            Penyunting      : Andri Agus Fabianto
            Penerbit          : WahyuMedia
            Tahun Terbit    : 2013
            Cetakan          : Cetakan 1 – Jakarta, 2013
Tebal Novel     : ii + 174 hlm
Harga Novel   : Rp 35.000
           
2.         KEPENGARANGAN

            Latar belakang pengarang

            Nama lengkap Heri Putra, biasa dipanggil Heri. Beliau lahir 20 tahun yang lalu di kota Samarinda tepatnya tanggal 10 September 1993. Hobi beliau adalah membaca, menulis, menonton, dan mendengarkan music. Selain itu, penulis juga mempunyai hobi lain yaitu berpetualang dalam imajinasi, karena imajinasilah yang banyak mendatangkan banyak inspirasi untuk menulis dan menerbitkan novel ini.

3.         SINOPSIS

Tubuh ini akan musnah pada waktunya. Apapun yang terlihat oleh mata, akan tiada. Tetapi tidak untuk cinta. Cinta tidak bisa dilihat, cukup dirasakan. Jadi, jika sekarang menangis, berarti kamu mencintai fisikku. Jika kamu mencintai hatiku, aku akan kekal bersamamu.

Ya, aku tahu jika mencintai hati akan kekal di hati pula. Dan itu tidak akan terjadi jika kau hanya mencintai fisik saja.

Lalu, bagaimana aku bisa bahagia?

Apa yang harus aku lakukan untuk menghibur hati ini?

Adakah cara lain untuk aku bisa mencicipi cinta?

Mungkin dia bisa mengubah hati ini?

4.         KELEBIHAN dan KEKURANGAN NOVEL
   
            Kelebihan :

- Novel HURT ini plot ceritanya dibuat sederhana.
- Bahasa dalam novel ini mudah di mengerti.
- Cerita dalam novel ini menarik dan membuat penasaran si pembaca.
- Terdapat amanat di mana kita mengetahui tentang apa cinta itu sebenarnya dan kita  tahu bagaimana rasanya kehilangan sosok orang yang kita cintai.

Kekurangan :

- Di akhir cerita, agak sedikit menggantung untuk akhir ceritanya.
- Kertas yang di gunakan warnanya kurang menarik.

Rabu, 30 April 2014

KETIKA SEKOLAH TAK LAGI AMAN


Kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa murid TK di Jakarta International School (JIS) sebuah sekolah bertaraf International di daerah Jakarta Selatan ini sangat memprihatinkan. Sekolah yang dianggap aman oleh orang tua karena mempunyai peraturan yang sangat ketat ini bahkan orang tua pun tidak bisa sembarangan masuk ke dalam lingkungan sekolah ini justru  tidak terbebas dari tindakan kejahatan. Salah satu kasus yang sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat luas akhir-akhir ini adalah kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa AK bocah berusia 5 tahun blasteran Indonesia-Belanda.

Awalnya AK (5) menunjukkan prilaku-prilaku aneh yang dicurigai oleh sang bunda. Prilaku aneh tersebut seperti sering mengigau ketakutan di saat sedang tidur, saat dia kencing sampai harus dipencet-pencet kemaluannya sampai air kencingnya tidak ada lagi, tidak berani untuk kencing di toilet sekolah lagi. Selain itu, sang bunda menemukan luka memar berbentuk bulat di sebelah kanan perutnya. Setelah di tanya secara perlahan, akhirnya AK mencertikan kejadian itu kepada sang bunda yang membuat sang bunda syok berat dan langsung menangis.

Setelah dilaporkan dan ditangani oleh kepolisisan, akhirnya pihak sekolah dan keluarga menemukan sang pelaku. Pelakunya ternyata merupakan orang yang dekat dengan pergaulan korban, yaitu cleaning service sekolah tersebut. Pelaku yang terlibat dalam kasus ini berjumlah 5 orang di mana salah satu pelakunya adalah seorang wanita. Cara pelaku merayu korban adalah dengan cara memberi pensil berwarna pink karena korban menyukai barang-barang berwarna pink, pelaku juga mengancam korban dengan pisau. Selain itu dua diantara mereka memiliki kelainan seksual atau homo. Akibat dari pelecehan dan kekerasan seksual ini, korban tertular bakteri yang menyebabkan korban terkena herpes.

Referensi : http://www.detik.com/